Hubungan kepatuhan dalam menjalankan diet dengan kadar gula darah pada psien diabetes millitus di ruang interne rsud dr achmad mochtar bukittinggi 2014

ENDANG LESTARI, ENDANG LESTARI (2014) Hubungan kepatuhan dalam menjalankan diet dengan kadar gula darah pada psien diabetes millitus di ruang interne rsud dr achmad mochtar bukittinggi 2014. Skripsi thesis, STIKes PERINTIS PADANG.

[img] Text
28 ENDANG LESTARI.docx
Restricted to Repository staff only

Download (278kB)

Abstract

ENDANG LESTARI (28): 1210384105060 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah MenurutAmerican Diabetes Association (ADA) 2005, Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) secara umum dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi akibat dari sejumlah faktor di mana didapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin (Soegondo, 2008). Diabetes Melitus menimbulkan komplikasi akut dan kronis.Komplikasi akut yang paling berbahaya adalah terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah sangat rendah), karena dapat mengakibatkan koma (tidak sadar) bahkan kematian bila tidak cepatditolong. Keadaan hipoglikemia ini biasanya dipicu karena penderita tidak patuh dengan jadwal makanan (diet) yang telah ditetapkan, sedangkan penderita tetap minum obat anti diabetika atau mendapatkan injeksi insulin.Gejala terjadinya hipoglikemia adalah rasa lapar, lemas, gemetar, sakit kepala, keringat dingin dan bahkan sampai kejang-kejang. Komplikasi kronik bisa berupa penyakit jantung koroner, retinopati, diabetik, nefropati diabetik dan neuropati.(Soegondo,2008) Tindakan pengendalian diabetes untuk mencegah terjadinya komplikasi sangat diperlukan, khususnya dengan menjaga tingkat gula darah sedekat mungkin dengan normal (Sustrani, Alam, Hadibroto, 2005). Akan tetapi, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan. Hal ini disebabkan karena pasien kurang berdisiplin dalam menjalankan diet atau tidak mampu mengurangi jumlah kalori makanannya.(Soegondo.2008) Cara menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, antara lain yaitu dengan diet yang tepat, olahraga teratur, dan konsumsi obat jika diperlukan. Menurut Waspadji, (2007) menyatakan bahwa modalitas utama dalam pengaturan diabetes melitus terdiri dari terapi nonfarmakologis yang meliputi perubahan gaya hidup dengan melakukan pengaturan pola makan yang dikenal sebagai terapi gizi medis. Terapi gizi medis ini pada dasarnya adalah melakukan pengaturan pola makan yang didasarkan pada status gizi diabetisi dan melakukan modifikasi diet berdasarkan pada kebutuhan individual. Diet adalah penatalaksanaan gizi paling penting pada penderita diabetes.Tanpa pengaturan jadwal dan jumlah makanan serta kualitas makanan sepanjang hari, sulit mengontrol kadar gula darah agar tetap dalam batas normal. Penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diet sesuai yang dianjurkan, yang mendapat pengobatan anti diuretik atau insulin, harus mentaati diet terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus diatur.Pengaturan makanan bagi penderita diabetes secara umum bertujuan menjaga dan memelihara tingkat kesehatan optimal sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dan diet adalah awaluntuk mengendalikan diabetes. Dalam hal ini perlu ditekankan bahwa tujuan diet adalah pada pengendalian glukosa dan lipid.( Waspadji,2007) Perkiraan terbaru dari Federasi Diabetes Internasional setara dengan prevalensi global sebanyak 8,4 % pada orang dewasa dan dibandingkan dengan 371 juta kasus pada 2012.Pakar kedokteran dari seluruh dunia, menyatakan jumlah penderita Diabetes diperkirakan melonjak hingga mencapai rekor sebanyak 382 juta pada tahun 2013-2035, organisasi tersebut memprediksi, jumlah penderita akan melonjak hingga 55 % menjadi 592 juta. Negara dengan angka penderita diabetes tertinggi adalah China, dimana angka kasus diperkirakan meningkat menjadi 142,7 juta pada 2035 dari 98,4 juta jumlah penderita saat ini.Namun angka prevalensi tertinggi ditemukan di Pasifik Barat, dimana lebih dari sepertiga penduduk dewasa di Tokelau, Mikronesia dan Kepulauan Marshall sudah mengidap penyakit tersebut.(www.beritasatu.com,2013 ). Mayoritas penderita mengidap diabetes tipe 2 - tipe yang berkaitan dengan kegemukan dan kurang olahraga - dan epidemi ini masih terus menyebar karena penduduk di negara berkembang mengadopsi gaya hidup kota di Barat.(www.beritasatu.com,2013) Seperti di seluruh dunia, Indonesia saat ini juga mengalami peningkatan jumlah penyandang diabetes.Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), memprediksi kenaikan jumlah penderita DM dari 177 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 366 juta pada tahun 2030. Untuk Indonesia, WHO memprediksi kenaikan jumlah penderita dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Indonesia menempati urutan ke 4 di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak setelah India, China dan Amerika Serikat (AS).(www.neraca.co.id,2013) Saat ini didunia penderita diabetes diperkirakan mencapai 501.890.892 jiwa., Dan di Indonesia diperkirakan sebanyak 12.895.675 jiwa. Di Sumatera Barat sebanyak 601.976 jiwa.Di Kota Bukittinggi penderita Diabetes sebesar 20.798 jiwa. Sebagaian besar penderita diabetes adalah usia dewasa dan orang tua yaitu diatas 35 sampai 65 tahun ( www.diabetes/blood@.com,12-1-2014 ) Menurut catatan medical record RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi didapat data sesuai pada tabel dibawah ini: Tabel 1.1. Distribusi Frekuensi Penyakit Diabetes Melitus Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi No Tahun Jumlah pengunjung Dg DM Jumlah dirawat dengankasus DM % 1 2011 4036 222 27,85 2 2012 4615 256 32,12 3 2013 4817 319 40,02 Jumlah 12.468 797 100% Dari tabel diatas menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengunjung di PoliklinikPenyakit Dalamdan di Ruang RawatInap RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Pasien diabetes mengalami peningkatan atau penurunan kadar gula darah tergantung pola hidup dan pola makan pasien itu sendiri. Di rumah pasien tidak bisa mengontrol pola makannya disebabkan banyak faktor antara lain ketidaktahuan diet diabetes, beragamnya menu yang ada di rumah, kurang dukungan keluarga dalam hal menghindari makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes dll. Hal ini menyebabkan peningkatan atau penurunan kadar gula darah. Bila kadar gula darah sudah tidak normal pasien baru pergi ke rumah sakit untuk berobat. Di Ruang Interne RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, pasien mendapatkan terapi dan penatalaksanaan diabetes dengan benar, terutama dalam hal diet diabetes dan pemantauan gula darah.Meskipun demikian pasien yang dirawat ada yang tidak mematuhi diet yang ditetapkan.Mereka mengkonsumsi makanan yang dibeli diluar rumah sakit dengan dalih tidak selera makan atau rasanya kurang enak. Makanan yang disediakan tidak dihabiskan dan terbuang.Waktu makan merekapun sering tidak tepat jadwalnya dengan alasan belum selera makan. Hal ini sangat berpengaruh pada kadar gula darah pasien karena diet yang tidak tepat.Seharusnya kadar gula darah pasien bisa normal tapi karena pasien tidak patuh menjalankan diet menyebabkan kadar gula darah naik turun. Berdasarkan fenomena diatas, mendorong peneliti untuk meneliti Hubungan Kepatuhan Pasien Dalam Menjalankan Diet Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Ruang Interne RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014. 1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah ada Hubungan Kepatuhan Pasien Dalam Menjalankan Diet Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Ruang Rawat Interne RSUD Dr. Achmad Moctar Bukittinggi Tahun 2014. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Pasien Dalam Menjalankan Diet Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Ruang Rawat Interne RSUD Dr. Achmad Moctar Bukittinggi Tahun 2014. 1.3.2. Tujuan Khusus 1.3.2.1. Untuk mengetahui gambaran tentang kepatuhan pasien dalam menjalankan diet pada pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Interne RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. 1.3.2.2. Untuk mengetahui gambaran tentang gula darah pasien dengan Diabetes Melitus yang dirawat di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. 1.3.2.3. Hubungan kepatuhan pasien dalam menjalankan diet Diabetes Melitus dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Interne RSUD Dr. Achmad Moctar Bukittinggi Tahun 2014. 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat berguna bagi peneliti, sehingga peneliti dapat mengetahui manfaat diet diabetes melitus dalam mengontrol gula darahserta mengaplikasikannya pada klien diabetes melitus baik dilingkungan kerja maupun masyarakat. 1.4.2. Bagi institusi pendidikan Hasil penelitian dapat bermanfaat sebagai bahan referensi mengenai hubungan kepatuhan pasien dalam menjalankan diet Diabetes Melitus dengan gula darah pada pasien Diabetes Melitus serta menjadi dasar untuk mengembangkan teori yang sudah ada. 1.4.3.Bagi rumah sakit Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi rumah sakit dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien khususnya dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai diet yang baik pada penderita Diabetes Melitus. 1.5. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah mengenai hubungan kepatuhan pasien dalam menjalankan diet Diabetes Melitus dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitusdi Ruang Interne RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Instrumen yang akan digunakan adalah kuesioner dalam bentuk skala gutman yang berupa pernyataan dan lembaran hasil labor, dengan teknik pengambilan sample Quota sampling. Penelitian ini dilakukan pada itanggal 25 Januari 2014 sampai dengan 16 Februari 2014.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan
Depositing User: lena lena
Date Deposited: 26 Mar 2019 08:16
Last Modified: 16 Aug 2019 06:56
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/226

Actions (login required)

View Item View Item