HUBUNGAN PEMBERIAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD SAAS PEUREULAK TAHUN 2023

Wira fazira, Wira (2024) HUBUNGAN PEMBERIAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD SAAS PEUREULAK TAHUN 2023. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
NR_wira fazira_2210263312_skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Tuberkolosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycrobacterium Tuberkolosis. TB menyerang paru-paru dan dapat menginfeksi orang lain. TB dapat ditularkan melalui udara batuk dan bersin. TB adalah penyakit kuno dan masih menjadi penyakit pembunuh terbesar diantara penyakit menular lainnya. Sampai saat ini dunia masih belom terbebas dari TB. Asam urat (AU) merupakan senyawa yang berasal dari hasil pemecahan nukleotida purin yang berasal dari makanan maupun dari nukleotida purin yang diproduksi oleh tubuh. Pada Ph netral, asam urat dalam bentuk ion asam urat ((kebanyakan dalam bentuk monosodium urat) banyak terdapat di dalam darah. Pengobatan OAT terdiri dari fase intensif yaitu pengobatan OAT 4 kombinasi Dosis Tetap (KDT) selama 2 bulan dikomsumsi setiap hari dengan pengawasan, yang terdiri dari Paket OAT yaitu Rifampisin (R), Isoniazid (H), Pirazinamid (Z). Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desaian penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional adalah suatu penelitian bersifat deskriptif dengan uji laboratorium berdasarkan data sekunder yang digunakan untuk mengetahui Hubungan Pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Dengan Kadar Asam Urat Pada Pasien Tuberkulosis di RSUD SAAS Peureulak Tahun 2023. Sampel penelitian yang digunakan adalah serum darah pasien yang di ambil dari seluruh penderita Tuberkulosis yang berobat di RSUD SAAS Peureulak Tahun 2023 yang sedang mengkonsumsi OAT (Pirazinamida dan Etambutol) dalam waktu ≥1 bulan. Responden sebagian besar yang mengalami Kadar Asam Urat meningkat yaitu sebanyak (16%).Ditemukan peningkatan Kadar Asam Urat yang terjadi pada pasien TB paru yang mengonsumsi OAT sebesar (16%), terdiri dari jenis kelamin laki-laki (52%) dan jenis kelamin perempuan sebesar (48%). Insiden tertinggi berada pada umur 31-50 tahun. Responden sebagian besar yang terjadi pada pemberian obat fase intensif (1-3 bulan), dengan menngunakan kombinasi OAT sebanyak (52%). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada Hubungan Antara Pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan Kadar Asam Urat pada pasien Tuberkulosis. Yang artinya meskipun responden mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis, Kemungkinan tidak akan mempengaruhi meningkatnya Kadar Asam Urat. Kata kunci: Kadar Asam Urat, Tuberkulosis, OAT.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 06 Feb 2025 08:10
Last Modified: 06 Feb 2025 08:10
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4141

Actions (login required)

View Item View Item