Alvi, suryanti (2025) PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KACANG KEDELAI (GLICYNE MAX L) TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KADAR PROTEIN COOKIES MORINGABUKI SEBAGAI CEMILAN SEHAT BALITA STUNTING. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
Artikel Alvi Suryanti D3 Gizi.pdf Restricted to Repository staff only Download (904kB) |
|
|
Text
KTI ALVI SURYANTI(ABSTRAK, BAB I-V).pdf Download (352kB) |
|
|
Text
KTI_ALVI_SURYANTI AKHIR LENGKAP.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi dalam waktu lama terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu upaya penanggulangan stunting dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan dengan kandungan gizi yang tinggi, khususnya protein. Pembuatan produk cookies dibuat dari tepung kacang kedelai dari daun kelor dan labu kuning yang dapat dimanfaatkan dengan baik dikarenakan bahan lokal tersebut mengandung protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang kedelai terhadap mutu organoleptik dan kadar protein pada cookies Moringabuki. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan dua kali pengulangan. Perlakuan terdiri dari kombinasi tepung mocaf dan tepung kacang kedelai dalam persentase berbeda (P0: 100%, P1: 70% + 30%, P2: 60% + 40%, P3: 50% + 50%). Parameter yang diamati uji hedonik dan mutu hedonik meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa (uji organoleptik), serta kadar protein (uji Kjeldahl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang kedelai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik yaitu warna, aroma, tekstur, dan rasa, terutama pada perlakuan terbaik adalah P2 yang memiliki skor tertinggi. Selain itu, kadar protein pada cookies juga meningkat seiring meningkatnya proporsi tepung kedelai. Kesimpulannya, substitusi tepung kacang kedelai dapat menghasilkan cookies dengan mutu organoleptik terbaik dan kadar protein yang tinggi, sehingga dijadikan sebagai cemilan sehat bagi balita stunting. Disarankan pengembangan produk serupa menggunakan bahan pangan lokal seperti daun kelor dan labu kuning yang kaya gizi serta dilakukan uji penerimaan dimasyarakat. Kata kunci :stunting, cookies, tepung kacang kedelai, mutu organoleptik, kadar protein
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Gizi |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 02:44 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 02:44 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4331 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
