Desri Riska, Dwi Apni (2025) MUTU GLIKEMIK BROWNIES BERBASIS TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine Max ) DENGAN PENAMBAHAN PURE LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN KURMA (Pheonix dactylifera) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
ARTIKEL ILMIAH_ (DESRI RISKA DWI APNI).pdf Restricted to Repository staff only Download (616kB) |
|
|
Text
SKRIPSI DESRI RISKA DWI APNI 2 ( yang sudah lengkap).pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
SKRIPSI_DESRI RISKA DWI APNI_ ( bagain cover, abstrak ,bab 1&5).pdf Download (432kB) |
Abstract
Makanan selingan dimanfaatkan untuk meningkatkan zat gizi yang dihasilkan dari makanan utama, sehingga makanan selingan yang dikonsumsi harus makanan selingan yang sehat dan bergizi. Penelitian ini mengusulkan inovasi dengan mengunakan tepung kacang kedelai dengan penambahan pure labu kuning dan kurma dalam pembuatan produk brownies, yang merupakan cemilan yang banyak digemari oleh kalangan masyarakat indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat mutu glikemik dari brownies berbasis tepung kacang kedelai (Glycine max) dengan penambahan labu kuning (Cucurbita moschata) dan kurma (Phoenix dactylifera) sebagai makanan selingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di Universitas Perintis Indonesia pada tahun 2025, menganalisis pengaruh penambahan pure labu kuning dan kurma terhadap brownies berbahan dasar tepung kacang kedelai, dengan menggunakan metode perbandingan luas area dibawah kurva respons glukosa darah setiap makanan uji dengan makanan standar. Nilai ini kemudian dinormalisasi menjadi nilai indeks glikemik. Beban glikemik dianalisis dengan mengalikan nilai indeks glikemik dengan jumlah karbohidrat dalam satu porsi makanan uji dan dibagi dengan 100. Hasil nilai indeks glikemik brownies yang berbahan dasar tepung kacang kedelai dengan penambahan pure labu kuning dan kurma adalah sebesar 89,48 yang termasuk katagori indeks glikemik tinggi. Sementara nilai beban glikemik berada diangka 22.37 termasuk katagori beban glikemik tinggi. Brownies berbasis tepung kacang kedelai (Glycine max) dengan penambahan labu kuning (Cucurbita moschata) dan kurma (Phoenix dactylifera) kurang cocok dijadikan sebagai makanan selingan untuk penderita diabetes melitus, tapi sangat bagus di konsumsi oleh penderita Kekurangan Energi Protein (KEP) karna mengandung energi dan protein yang tinggi. Melalui penelitian ini disarankan kepada masyarakat dapat memanfaatkan tepung kacang kedelai, labu kuning, dan kurma agar diolah menjadi brownies, dengan mengurangi takaran buah kurma dan mengurangi takaran mentega. Kata Kunci : Brownies, tepung kacang kedelai, kurma, labu kuning, mutu glikemik
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Gizi |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 03:50 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 03:50 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4434 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
