PENGARUH PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DAN KURMA (Phoenix Dactylifera) TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROKSIMA DAN SERAT BROWNIES TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine Max) SEBAGAI CAMILAN DM TIPE 2

Zahwa Hidayat, Zahwa Hidayat (2025) PENGARUH PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DAN KURMA (Phoenix Dactylifera) TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROKSIMA DAN SERAT BROWNIES TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine Max) SEBAGAI CAMILAN DM TIPE 2. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
ARTIKEL ILMIAH_Zahwa Hidayat.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (338kB)
[img] Text
SKRIPSI (Cover, Abstrak, BaB I & Bab 5)_Zahwa.pdf

Download (316kB)
[img] Text
skripsi( zahwa hidayat)_Lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah dan memerlukan pengaturan pola makan melalui konsumsi makanan tinggi serat dan rendah indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan puree labu kuning (Cucurbita moschata) dan kurma (Phoenix dactylifera) terhadap uji organoleptik, kadar proksimat, dan kandungan serat pada brownies berbahan dasar tepung kacang kedelai (Glycine max) sebagai camilan sehat bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas satu kontrol dan tiga perlakuan dengan dua kali ulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 panelis agak terlatih untuk menilai aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, sedangkan uji proksimat meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, dan serat pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree labu kuning dan kurma dapat meningkatkan mutu organoleptik brownies, terutama pada rasa dan tekstur. Perlakuan terbaik diperoleh pada P2 dengan penambahan puree labu kuning 80 g dan kurma 100 g, yang memiliki kadar air lebih rendah (15,81%) serta kadar abu, protein, lemak, dan serat lebih tinggi dibanding kontrol. Kandungan serat yang meningkat berperan penting dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah. Kesimpulannya, penambahan puree labu kuning dan kurma pada brownies tepung kacang kedelai berpengaruh terhadap mutu organoleptik dan komposisi gizi. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan brownies dengan rasa, tekstur, dan nilai gizi yang lebih baik, sehingga berpotensi menjadi camilan sehat yang sesuai untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Kata Kunci : Brownies, Diabetes melitus, Kurma, Kacang kedelai, Labu kuning

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Gizi
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 05 Jan 2026 05:07
Last Modified: 05 Jan 2026 05:07
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4463

Actions (login required)

View Item View Item