Erza Kurnia Putri, Erza (2025) Membandingkan Aktivitas SGPT Pada Pasien Penderita Skizofrenia Yang Mengonsumsi Obat Rutin Lebih Dari 3 Bulan Dan Kurang Dari 3 Bulan Berdasarkan Nilai Normal Di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
ARTIKEL ERZA.pdf Restricted to Repository staff only Download (236kB) |
|
|
Text
Erza Cover, abstrak, bab 1, bab 5.pdf Download (285kB) |
|
|
Text
Skripsi Erza Kurnia Putri - Skripsi .pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang, seperti antipsikotik. Penggunaan antipsikotik berpotensi menyebabkan efek samping pada hati, yang dapat ditandai dengan peningkatan aktivitas SGPT. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas SGPT pada pasien skizofrenia yang mengonsumsi obat rutin lebih dari 3 bulan dan kurang dari 3 bulan berdasarkan nilai normal di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 pasien skizofrenia di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, yang diambil secara accidental sampling (30 pasien mengonsumsi obat >3 bulan dan 30 pasien <3 bulan). Pemeriksaan aktivitas SGPT dilakukan pada serum pasien menggunakan metode kinetik enzimatik. Data dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji Chi-Square) menggunakan SPSS. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas laki-laki (58,33%) dan berusia 20-40 tahun (66,67%), dengan rata-rata umur 37,57 tahun. Hasil pemeriksaan SGPT menunjukkan 88,33% pasien memiliki aktivitas SGPT normal, sementara 11,67% tidak normal. Rata-rata aktivitas SGPT pada kelompok >3 bulan adalah 22,32 u/l, sedangkan kelompok <3 bulan adalah 15,93 u/l. Uji Chi Square menunjukkan nilai p-value = 0,275 (>0,05), yang berarti tidak terdapat adanya perbedaan linier yang signifikan antara lama konsumsi obat rutin dengan aktivitas SGPT. Kesimpulan: Tidak terdapat adanya perbedaan bermakna yang signifikan antara lama konsumsi obat rutin dengan aktivitas SGPT pada pasien skizofrenia di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Meskipun demikian, pemantauan fungsi hati secara berkala tetap direkomendasikan sebagai bagian dari manajemen klinis pasien skizofrenia. Kata Kunci : Skizofrenia, SGPT, Obat Antipsikotik, Fungsi Hati.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 07:54 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 07:54 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4659 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
