ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN IMD, ASI EKSKLUSIF, MIX FEEDING PADA 6 BULAN PERTAMA, PENGETAHUAN IBU, DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITIUNG IV

NON REG, GIESLA DEWISA (2026) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN IMD, ASI EKSKLUSIF, MIX FEEDING PADA 6 BULAN PERTAMA, PENGETAHUAN IBU, DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITIUNG IV. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
ARTIKEL ILMIAH GIESLA DEWISA 2420273008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (311kB)
[img] Text
SKRIPSI COVER, ABSTRAK, BAB I & BAB V GIESLA DEWISA 2420273008.pdf

Download (636kB)
[img] Text
SKRIPSI GIESLA DEWlSA 2420273008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Barat sebesar 24,9% dan di Kabupaten Dharmasraya 20,5%. Di wilayah kerja Puskesmas Sitiung IV, prevalensi stunting menurun dari 7,1% (2023) menjadi 6,8% (2024). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, praktik mix feeding, pengetahuan ibu, serta asupan protein, karbohidrat, dan lemak dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kasus kontrol dengan 38 balita usia 6–24 bulan (19 stunting dan 19 tidak stunting) yang dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di wilayah kerja Puskesmas Sitiung IV. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran antropometri, dan SQ FFQ, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara IMD (p=0,000; OR=3,3), ASI eksklusif (p=0,009; OR=0,427), mix feeding (p=0,017; OR=2,77), pengetahuan ibu (p=0,044), serta asupan protein (p=0,027; OR=2,04), karbohidrat (p=0,003; OR=3,48), dan lemak (p=0,020; OR=2,45) dengan kejadian stunting. Kesimpulan penelitian ini adalah Praktik menyusui yang tidak optimal, pengetahuan ibu kurang baik, dan asupan zat gizi makro yang tidak adekuat merupakan faktor risiko stunting. Disarankan peningkatan edukasi gizi, promosi IMD dan ASI eksklusif, serta pemantauan asupan balita secara berkelanjutan. Kata Kunci : ASI eksklusif, Asupan gizi makro, IMD, dan Stunting

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Gizi
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 22 Jul 2026 04:42
Last Modified: 22 Jul 2026 04:42
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4893

Actions (login required)

View Item View Item