NON REG, IDA FRIDA KAISIRI (2026) MEMBANDINGKAN PEMERIKSAAN HbA1c MENGGUNAKAN SPESIMEN DARAH VENA EDTA DENGAN DARAH KAPILER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
1. SKRIPSI IDA FRIDA revisi ok.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
ARTIKEL IDA FRIDA KAISIRI ok.pdf Restricted to Repository staff only Download (815kB) |
|
|
Text
SKRIPSI IDA FRIDA cover,abstrak, bab 1-5.pdf Download (1MB) |
Abstract
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan kerja insulin. Pemeriksaan Hemoglobin A1c (HbA1c) digunakan untuk menggambarkan rata-rata kadar glukosa darah selama 2–3 bulan terakhir dan umumnya menggunakan spesimen darah vena EDTA. Namun, pada kondisi tertentu pengambilan darah vena sulit dilakukan sehingga darah kapiler dapat digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan HbA1c menggunakan spesimen darah vena EDTA dan darah kapiler pada pasien DM tipe 2 di RSUD Abepura. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 17 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan HbA1c dilakukan menggunakan alat Spin XS Fully Automated Biochemistry Analyzer dengan metode Latex Turbidimetric Immunoassay. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji t dependen (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar HbA1c darah vena EDTA sebesar 8,12% dengan simpangan baku 1,63, sedangkan rata-rata kadar HbA1c darah kapiler sebesar 8,57% dengan simpangan baku 1,78. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Hasil uji t dependen diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0,002 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan HbA1c menggunakan darah vena EDTA dan darah kapiler. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna antara hasil pemeriksaan HbA1c menggunakan spesimen darah vena EDTA dan darah kapiler pada pasien DM tipe 2 di RSUD Abepura, dengan kadar HbA1c darah kapiler cenderung lebih tinggi dibandingkan darah vena EDTA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 03:11 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 03:11 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4919 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
