NON REG, ULFANA GITA SARI (2026) HUBUNGAN OBAT ANTI TB (OAT) TERHADAP NILAI SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) PADA PASIEN TB RO DI RSUP DR.M.DJAMIL PADANG. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
ARTIKEL ILMIAH ULFANA.pdf Restricted to Repository staff only Download (534kB) |
|
|
Text
BAB I-6 AMALIA SYAHILA 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (897kB) |
|
|
Text
Cover,Abstrak,Bab 1 & Bab 5.pdf Download (169kB) |
Abstract
Tuberkulosis resisten obat (TB RO) masih menjadi ancaman dalam pengendalian TB dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di banyak negara di dunia. Pengobatan TB RO memiliki risiko efek samping, terutama hepatotoksisitas yang dapat menimbulkan kerusakan fungsi hati. Enzim hati Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) digunakan sebagai indikator penting untuk memantau kerusakan hati pada pasien yang menjalani pengobatan TB RO. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai seberapa besar dampak OAT terhadap fungsi hati pasien sehingga dapat membandingkan dan menghitung peningkatan kadar SGOT dan SGPT pasien TB RO. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional,dengan jumlah sampel 28 orang. jenis kelamin laki-laki yaitu berjumlah 16 orang (57,1%). Sementara responden dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 12 orang (42.9 %). Dari penelitian yang telah dilakukan terdapat kecenderungan peningkatan nilai rata-rata SGOT dari pemeriksaan awal hingga bulan ke-6. Nilai rata-rata SGOT meningkat dari 23,39 U/L pada awal pemeriksaan menjadi 29,75 U/L pada bulan ke-6.(61,1%). Nilai rata-rata SGPT meningkat dari 16,96 U/L pada awal pemeriksaan menjadi 20,93 U/L pada bulan ke-6. Berdasarkan hasil uji Repeated Measures ANOVA, diperoleh nilai signifikansi SGOT sebesar p = 0,011 (p<0,05) dan diperoleh signifikansi SGPT sebesar p = 0,045 (p<0,05) Nilai Sig. Sebesar nilai tersebut lebih besar dari pada 0,05 maka disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pemberian obat anti tb (OAT) terhadap peningkatan SGOT dan SGPT. Hasil ini menjadi dasar penting untuk menekankan bahwa pemeriksaan ABSTRACT SGOT dan SGPT tidak hanya di lakukan pada awal pengobatan tetapi secara rutin dan berkala setiap bulan atau sesuai jadwal pemantauan yang bertujuan untuk mendeteksi dini hepatotoksisitas pada pasien TB RO guna meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan. Kata Kunci: SGOT, SGPT, OAT, Penderita TB RO
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 04:14 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 04:14 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4947 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
