FADHILAH ANNISA, FADHILAH ANNISA (2025) UJI AKTIVITAS DEODORAN ROLL ON EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) terhadap BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Skripsi thesis, Universitas perintis indonesia.
|
Text
10. SKRIPSI FADHILAH ANNISA.docx Download (55kB) |
Abstract
Bau badan disebabkan oleh aktivitas bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis pada permukaan kulit. Salah satu solusi alternatif adalah penggunaan deodoran berbahan dasar alami yang mengandung senyawa antibakteri. Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) diketahui mengandung flavonoid tanin, saponin dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun jeruk purut dan sediaan deodoran roll on terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Uji aktivitas antibakteri ekstrak menunjukkan bahwa konsentrasi F3 (9%) menghasilkan zona hambat tertinggi yaitu 13,09 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 11,24 mm terhadap Staphylococcus epidermidis yang tergolong dalam kategori aktivitas antibakteri lemah. Uji aktivitas antibakteri sediaan deodoran roll on formula F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%) terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan zona hambat sebesar 8,04 mm, 8,44 mm, dan 9,17 mm, sedangkan terhadap Staphylococcus epidermidis berturut-turut sebesar 7,81 mm, 8,5 mm, dan 9,43 mm seluruh formula tergolong lemah. Ekstrak etanol daun jeruk purut dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan deodoran roll on dengan formula F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%) yang memenuhi evaluasi organoleptis, pH, homogenitas, viskositas, stabilitas, daya mengering, iritasi, serta pengemasan botol sediaan. Hasil analisis ANOVA satu arah pada ekstrak dan sediaan deodoran menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat bakteri (p<0,05), dengan kecenderungan peningkatan efektivitas seiring kenaikan konsentrasi. Uji Duncan memperlihatkan bahwa konsentrasi tertinggi (F3), baik pada ekstrak maupun sediaan, memberikan zona hambat lebih besar. Kata kunci : Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC), deodoran roll on, antibakteri, ekstrak, zona hambat, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 08:39 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 08:39 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4330 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
