PENGARUH PENGOBATAN TUBERKULOSIS TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SGOT DAN SGPT PADA PASIEN TB DALAM PENGOBATAN DI RSUD SAWAHLUNTO

Melia Pitriani, Melia (2025) PENGARUH PENGOBATAN TUBERKULOSIS TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SGOT DAN SGPT PADA PASIEN TB DALAM PENGOBATAN DI RSUD SAWAHLUNTO. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
ARTIKEL MELIA PITRIANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (446kB)
[img] Text
COVER,BAB 1,BAB V.pdf

Download (335kB)
[img] Text
SKRIPSI_ MELIA PITRIANI (2410263599) full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO), Tuberkulosis (TB) menempati peringkat kedua sebagai penyakit infeksi yang menyebabkan kematian terbanyak setelah COVID-19. Penyebaran dan penularan penyakit Tuberkulosis yaitu melalui udara dari percikan dahak atau lendir dari penderita. Penularan Tuberkulosis juga akan meningkat karena lingkungan yang kotor dan daerah yang lembab yang padat penduduk. Hepatotoksik bisa terjadi akibat penggunaan OAT yang dapat menyebabkan kerusakan hati yang permanen bahkan terjadinya kematian apabila tidak terdeteksi pada tahap awal pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengobatan Tuberkulosis terhadap aktivitas enzim SGOT dan SGPT pada pasien TB dalam pengobatan Di RSUD Sawahlunto. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Sawahlunto pada tanggal 01 Maret 2025 sampai dengan 31 Mei 2025, dengan jumlah sampel 36 orang. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan 9 orang pasien (25%) menjalani pengobatan bulan ke 4, 19 orang (52,8%) menjalani pengobatan bulan ke 5 dan 8 orang (22,2%) menjalani pengobatan bulan ke 6. Hasil SGOT pasien TB yang sedang menjalani pengobatan di bulan ke 4 sampai bulan ke 6 yaitu 20 orang (55,6%) normal dan 16 orang (44,4%) meningkat, sedangkan hasil SGPT pasien TB yang sedang menjalani pengobatan di bulan ke 4 sampai bulan ke 6 yaitu 14 orang (38,9%) normal dan 22 orang (61,1%) meningkat. Hasil uji chi-square hubungan aktivitas enzim SGPT dengan lamanya pengobatan TB didapatkan p value 0,001 (p<0,05) dan hubungan aktivitas enzim SGOT dengan lamanya pengobatan TB didapatkan p value 0,028 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan aktivitas enzim SGPT dan SGOT pada pasien TB terhadap lamanya pengobatan TBC.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 12 Jan 2026 04:59
Last Modified: 12 Jan 2026 04:59
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4711

Actions (login required)

View Item View Item