Neta Puput Pangestu, Neta (2025) HUBUNGAN HASIL PEMERIKSAAN KETON URINE DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK LABORATORIUM ANUGERAH. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
ARTIKEL NETA PUPUT PANGESTU (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (560kB) |
|
|
Text
SKRIPSI NETA BAB 1-5 RPL 2025 (2).pdf Download (465kB) |
|
|
Text
SKRIPSI NETA PUPUT PANGESTU D4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pemecahan lemak sebagai sumber energi, menghasilkan keton yang dapat terdeteksi dalam urin. Pemeriksaan kadar keton urin dan glukosa darah penting untuk memantau kondisi metabolik penderita DM dan mencegah komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik.Kadar HbA1c sesuai dengan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 selama masa hidup sel darah merah yaitu 120 hariHasil: Sebanyak 83,3% (25 dari 30 pasien) memiliki hasil keton urin negatif, sedangkan 16,7% (5 pasien) menunjukkan hasil positif dengan berbagai tingkat (Positif+ hingga Positif +++). Rata-rata kadar glukosa darah adalah 216,7 mg/dL. Dari lima pasien dengan hasil keton positif, empat di antaranya memiliki kadar glukosa darah ≥200 mg/dL. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara kadar keton urin dengan kadar glukosa darah pada pasien DM.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hasil pemeriksaan keton urin dengan kadar glukosa darah pada pasien penderita diabetes melitus di Klinik Laboratorium Anugerah.Jenis Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 pasien DM diambil berdasarkan kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar keton urin dilakukan dengan metode carik celup, sedangkan kadar glukosa darah diperiksa menggunakan glukometer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.tinggi kadar HbA1c semakin tinggi juga glukosa darah 3 bulan yang lalu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 07:56 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 07:56 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4717 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
