Serviance Novianda, Serviance Novianda (2025) HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DAN UREUM PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DI RSUD KECAMATAN MANDAU. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
COVER ABSTRAK BAB I & V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SERVIANCE NOVIANDA ARTIKEL ILMIAH. (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (679kB) |
|
|
Text
SKRIPSI SEVRIANCE NOVIANDA (2410263649) Fix.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penyakit tuberkulosis terjadi saat bakteri penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis, aktif menginfeksi atau berkembang biak di dalam tubuh (TB aktif). Tuberkulosis yang menyerang paru-paru bisa disembuhkan dengan menjalani pengobatan selama 6-9 bulan. Meskipun pengobatan TBC membutuhkan waktu lama, TB Paru bisa sembuh total dengan minum obat yang tepat dan selalu patuh mengikuti aturan minum obat TB. Pasalnya, jika pengobatan TBC gagal, penyakit ini akan semakin sulit untuk disembuhkan. Terdapat 6 macam obat esensial yang telah di pakai, sebagai berikut: Isoniazid(H), Rifampisin (R), Para amino salisilik asid, Streptomisin, Etambhutol, dan Pirazinamid. Walaupun sebagian besar Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dapat diterima dalam terapi, namun mempunyai efek toksik yang potensial diantaranya terhadap efek samping reaksi hematologic seperti anemia, agranulositosis, eosinophilia dan trombositopenia. Adapun Pirazinamid dan Etambhutol dapat menyebabkan peningkatkan kadar asam urat. Ketiga OAT yaitu isoniazid, rifampicin, dan pirazinamid merupakan obat yang dapat menyebabkan hepatotoksitas, karena ketiganya dimetabolisme di hati. Salah satu fungsi utama hati adalah untuk menghasilkan empedu, cairan yang membantu mencerna lemak dan proses kolesterol, jika memiliki kerusakan hati atau fungsi hati tidak memadai, fungsi ini bisa menjadi cacat, dan meningkatkan kadar kolesterol penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Asam urat dan ureum pada tahap pengobatan. Desain penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional dilakukan bulan Januari sampai Juni 2025 di RSUD kecamatan mandau Duri. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TB dirawat di RSUD kecamatan Mandau Duri. Sedangkan sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan data sekunder yang didapatkan dari data rekam medic penderita Tuberkulosis paru yang mengkonsumsi OAT di RSU Duri periode Maret sampai April 2025 yaitu dengan teknik pengambilan sampel secara cunsercutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang.Pemeriksaan Asam Urat dan Ureum pada sampel di periksa serumnya menggunakan metode enzimatik kolorimetrik Hasil uji statistic uji korelasi menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p<0.05), dengan nilai mean sebelum (5.112),dan sesuah (6.472), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kadar Asam Urat dan ureum pada pasien TB yang mengkonsumsi OAT. Kata Kunci: Asam Urat, Ureum, Obat Anti Tuberkulosis
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 07:24 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 07:24 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4742 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
