KORELASI DIAGNOSTIK GENEXPERT DENGAN PEMERIKSAAN FOLLOW-UP MIKROSKOPIKBTAPADAPASIENTUBERKULOSISPARUDIRSUDKOTAMOBAGU

NON REG, ANEKE FEBRI LISWATYBADOA (2026) KORELASI DIAGNOSTIK GENEXPERT DENGAN PEMERIKSAAN FOLLOW-UP MIKROSKOPIKBTAPADAPASIENTUBERKULOSISPARUDIRSUDKOTAMOBAGU. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
Abstrak, BAB I & BAB 5.pdf

Download (641kB)
[img] Text
Aneke F.L. Badoa_ARTIKEL ILMIAH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (507kB)
[img] Text
Skripsi Aneke F.L. Badoa(1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru tetap menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan Indonesia menempati peringkat kedua beban TB tertinggi di dunia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sistem pemantauan pengobatan yang efektif untuk menurunkan angka kegagalan terapi. Meskipun alat Tes Cepat Molekuler (TCM) GeneXpert memiliki sensitivitas tinggi untuk diagnosis awal, pemeriksaan mikroskopik Basil Tahan Asam (BTA) masih menjadi standar pemantauan follow up rutin sesuai pedoman nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara hasil diagnostik GeneXpert dengan pemeriksaan follow-up mikroskopik BTA pada pasien TB Paru di RSUD Kotamobagu. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 192 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu pasien TB Paru Sensitif Obat yang memiliki data follow up lengkap pada bulan ke-2, ke-5, dan ke-6. Data dianalisis secara univariat untuk melihat karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (66%) dengan rentang usia produktif 46-65 tahun (46,4%). Secara statistik, ditemukan hubungan signifikan antara kategorik GeneXpert dengan hasil mikroskopik BTA pada bulan ke-2 pengobatan dengan nilai p = 0,009 (p < 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,171 yang menunjukkan kekuatan hubungan sangat lemah. Hasil positif BTA pada bulan ke-2 lebih banyak ditemukan pada pasien dengan kategori beban bakteri high pada awal diagnosis. Sebaliknya, pada pemantauan bulan ke-5 dan ke-6 tidak ditemukan hubungan yang signifikan karena seluruh sampel telah mengalami konversi dahak menjadi negatif. Kata kunci : Tuberkulosis Paru, GeneXpert, Mikroskopik BTA, Follow-up Pengobatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 23 Jul 2026 03:43
Last Modified: 23 Jul 2026 03:43
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4905

Actions (login required)

View Item View Item