NON REG, ASTIN PAPALIA (2026) UJI PERBANDINGAN KUALITAS SEDIAAN TELUR CACING STHMENGGUNAKAN PEWARNAAN EKSTRAK KULI T MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L) DAN EKSTRAK DAUN JATI (TECTONA GRANDIS) SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA EOSIN. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.
|
Text
Artikel Ilmiah Astin Papalia.pdf Restricted to Repository staff only Download (349kB) |
|
|
Text
Skripsi Astin Papalia.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
SKRIPSI Cover, Abstrak, Bab 1 dan Bab 5. ASTIN.pdf Download (863kB) |
Abstract
Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan di negara tropis termasuk Indonesia. Pemeriksaan telur cacing secara mikroskopis umumnya menggunakan pewarna eosin 2%. Namun penggunaan eosin memiliki beberapa kelemahan seperti potensi iritasi, limbah kimia, serta kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih aman dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pewarnaan sediaan telur cacing menggunakan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L) dan ekstrak daun jati (Tectona grandis) sebagai alternatif pewarna eosin. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian berupa feses positif telur cacing Soil Transmitted Helminths yang diamati menggunakan mikroskop dengan pembesaran 10x dan 40x. Ekstrak kulit manggis dan ekstrak daun jati dibuat melalui proses ekstraksi dan diencerkan dengan konsentrasi 35%, 45%, 55%, dan 75%, sedangkan eosin 2% digunakan sebagai kontrol. Penilaian kualitas sediaan dilakukan berdasarkan kontras lapang pandang, penyerapan warna pada telur cacing, serta kejelasan bagian telur. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis dan Uji statistic Mann Whitney Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis dan ekstrak daun jati dapat digunakan sebagai pewarna alternatif pada sediaan telur cacing. Konsentrasi ekstrak kulit manggis 45% dan ekstrak daun jati 35% memberikan hasil pewarnaan yang paling baik dan mendekati kualitas pewarna eosin. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,007 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan. Meskipun demikian, kualitas pewarnaan dari ekstrak alami masih berada di bawah pewarna standar eosin. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kulit manggis dan ekstrak daun jati berpotensi digunakan sebagai pewarna alternatif dalam pemeriksaan telur cacing STH karena mampu memberikan warna dan memperjelas morfologi telur cacing pada pengamatan mikroskopis. Kata kunci: Soil Transmitted Helminths, telur cacing, ekstrak kulit manggis, ekstrak daun jati, pewarna alternatif
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan |
| Depositing User: | tripayuni ekaputri |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 03:53 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 03:53 |
| URI: | http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4908 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
