HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD ABEPURA KOTA JAYAPURA

NON REG, WAHYU RIJA PUTRA (2026) HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD ABEPURA KOTA JAYAPURA. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
ARTIKEL ILMIAH WAHYU RIJA PUTRA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (409kB)
[img] Text
Cover, Abstrak, Bab 1 & Bab 5_Wahyu Rija Putra.pdf

Download (2MB)
[img] Text
SKRIPSI WAHYU RIJA PUTRA REVISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB), penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Jayapura, dengan 2.404 kasus tercatat serta tingginya jumlah pemeriksaan TB dan asam urat di RSUD Abepura pada tahun 2024, sementara penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) berisiko meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam urat pada penderita tuberkulosis paru yang mengonsumsi OAT di RSUD Abepura Kota Jayapura, baik sebelum maupun sesudah pengobatan, serta menganalisis hubungan antara penggunaan OAT dengan perubahan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan menambah pengetahuan tentang pengaruh OAT terhadap kadar asam urat serta meningkatkan kesadaran pentingnya pemantauan efek samping terapi TB. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Studi Komparatif (Perbandingan) dan Korelasi (hubungan) dengan Desain Pre-test dan Post-test. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien tuberkulosis paru yang memenuhi kriteria inklusi. Data kadar asam urat sebelum pengobatan dan sesudah pengobatan selama enam bulan diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov–Smirnov menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat sebelum pengobatan adalah 4,92 mg/dl, sedangkan setelah pengobatan selama enam bulan meningkat menjadi 6,45 mg/dl, sebagian besar pasien mengalami peningkatan kadar asam urat, yaitu sebanyak 76,3%, sedangkan 23,7% pasien lainnya tidak mengalami peningkatan kadar asam urat setelah pengobatan. Uji T dependen menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kadar asam urat sebelum dan sesudah pengobatan dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan OAT berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat pada penderita tuberkulosis paru. Nilai koefisien korelasi 0,504 artinya hubungan positif dengan kekuatan sedang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 27 Jul 2026 04:21
Last Modified: 27 Jul 2026 04:21
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4950

Actions (login required)

View Item View Item