GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA SPUTUM PENDERITA DIABETES MELLITUS METODE TES CEPAT MOLEKULER DI RSUD ABEPURA

NON REG, Yustince Alfryanty Sanggrangwai (2026) GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA SPUTUM PENDERITA DIABETES MELLITUS METODE TES CEPAT MOLEKULER DI RSUD ABEPURA. Skripsi thesis, Universitas Perintis Indonesia.

[img] Text
ARTIKEL YUSTINCE 2410263731.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (587kB)
[img] Text
YUSTINCE SKRIPSI bab 1 bab 5.pdf

Download (299kB)
[img] Text
YUSTINCE SKRIPSI OKEY 2410263731.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan faktor risiko penting terjadinya tuberkulosis (TB) dan berkontribusi terhadap peningkatan kejadian TB resisten obat, khususnya TB resisten rifampisin (RR-TB). Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) memungkinkan deteksi dini Mycobacterium tuberculosis (MTB), beban bakteri melalui nilai cycle threshold (Ct), serta resistensi rifampisin secara cepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik hasil pemeriksaan MTB pada sputum penderita Diabetes Mellitus menggunakan metode TCM berdasarkan kategori hasil positif/negatif, jumlah bakteri (Ct value), dan resistensi rifampisin.Metode:Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan observasional. Subjek penelitian adalah 50 penderita Diabetes Mellitus yang menjalani pemeriksaan sputum menggunakan metode TCM. Variabel yang dianalisis meliputi umur, kadar glukosa darah sebelum pengobatan, hasil MTB, kategori beban bakteri berdasarkan Ct value, dan resistensi rifampisin. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: menunjukkan bahwa seluruh pasien (100%) terkonfirmasi MTB positif. Berdasarkan nilai Ct, didominasi kategori medium mmemiliki beban bakteri (44,0%) dan tinggi (28,0%). Sebagian besar pasien (60,0%) menunjukkan resistensi terhadap rifampisin dan dikategorikan sebagai TB resisten rifampisin (RR-TB), juga mengalami hiperglikemia sebelum pengobatan dengan kadar glukosa darah sebagian besar 251–300 mg/dL (25,0%). Kesimpulan: Penderita Diabetes Mellitus cenderung mengalami TB dengan beban bakteri cukup tinggi dan seluruhnya menunjukkan resistensi rifampisin. Kondisi hiperglikemia diduga berperan dalam tingginya beban kuman dan kejadian TB resisten obat. Pemeriksaan TCM sangat penting sebagai alat diagnosis dini TB dan resistensi rifampisin pada penderita DM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D4 Analis Kesehatan
Depositing User: tripayuni ekaputri
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:09
Last Modified: 27 Jul 2026 07:09
URI: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/4953

Actions (login required)

View Item View Item